Inilah Proses Terjadinya Hujan Yang Sebenarnya

ilustrasi proses terjadinya hujan ilustrasi proses terjadinya hujan
Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki iklim tropis dan memiliki 2 (dua) musim saja, yaitu musim hujan dan juga musim panas. Kali ini kita akan membahas tentang proses terjadinya hujan dari awal hingga akhir supaya semakin jelas dan tidak gagal paham. Hujan adalah fenomena alam yang terjadi ketika awan membentuk butir-butir air yang jatuh ke bumi. Hujan dapat terjadi karena adanya proses kondensasi uap air di atmosfer, dimana uap air yang terkandung dalam awan terkompresi sehingga menjadi butir-butir air. Proses turunnya hujan dapat terjadi pada berbagai tingkat intensitas, mulai dari hujan ringan hingga hujan lebat. Hujan sangat penting bagi kelangsungan hidup di bumi karena air hujan merupakan sumber air yang penting bagi tanaman, hewan, dan manusia. Proses atau tahapan terjadinya hujan sangatlah sederhana, yaitu seperti yang diuraikan sebagai berikut: Panas matahari memanaskan udara di permukaan bumi, sehingga udara panas terangkat ke atmosfer. Udara panas yang terangkat ke atmosfer mengandung uap air. Ketika udara panas ini bertemu dengan udara yang lebih dingin di atmosfer, uap air yang terkandung di dalam udara panas akan mengalami kondensasi dan menjadi butir-butir air. Butir-butir air tersebut akan berkumpul di atmosfer dan membentuk awan. dan kemudian angin akan membawa awan ke arah yang berlawanan dengan tekanan udara yang lebih tinggi, sehingga hujan akan terjadi di wilayah yang memiliki tekanan udara rendah. Ketika awan berada di atas wilayah dengan tekanan udara rendah, butir-butir air di dalam awan akan terdorong ke bawah oleh tekanan udara yang lebih tinggi di bawah awan, sehingga hujan akan terjadi. Setelah hujan, butir-butir air yang jatuh ke bumi akan mengalir ke sungai-sungai dan kemudian ke laut, membentuk siklus air yang terus berlangsung. Sederhananya adalah hujan dapat terjadi saat panas karena panas matahari memanaskan udara di permukaan bumi, sehingga udara panas terangkat ke atmosfer. ketika udara panas ini bertemu dengan udara yang lebih dingin di atmosfer. Uap air yang terkandung di dalam udara panas akan mengalami kondensasi dan menjadi butir-butir air di atmosfer dan membentuk awan, yang kemudian dapat menyebabkan hujan saat berada di atas wilayah dengan tekanan udara rendah. Perlu dicatat bahwa hujan tidak selalu terjadi saat panas. Hujan dapat terjadi pada berbagai kondisi cuaca dan tidak terbatas hanya pada saat panas. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan hujan jarang turun di daerah tertentu meskipun kondisi cuaca panas, diantaranya: Jumlah Awan Yang Terbentuk Hujan tidak akan terjadi jika tidak ada awan yang membentuk butir-butir air. Jika daerah tersebut memiliki awan yang sedikit atau tidak cukup banyak untuk membentuk butir-butir air yang dapat menyebabkan hujan, maka hujan tidak akan terjadi meskipun cuaca panas. Ketinggian tempat Hujan jarang terjadi di daerah yang berada pada ketinggian tinggi karena udara di daerah tersebut lebih dingin dibandingkan dengan udara di daerah yang lebih rendah. Hal ini menyebabkan uap air yang terkandung di dalam udara panas tidak dapat terkondensasi menjadi butir-butir air sehingga tidak terbentuk awan yang dapat menyebabkan hujan. Kondisi geografis Daerah yang terletak di sebelah barat laut dari sebuah sistem tekanan tinggi umumnya memiliki hujan yang lebih sedikit dibandingkan dengan daerah yang terletak di sebelah timur laut sistem tekanan tinggi. Hal ini disebabkan oleh angin yang berhembus dari arah barat laut yang membawa awan ke arah timur laut, sehingga hujan lebih sering terjadi di daerah timur laut daripada di daerah barat laut. Kondisi iklim Daerah yang memiliki iklim kering atau semi kering umumnya memiliki hujan yang lebih sedikit dibandingkan dengan daerah yang memiliki iklim lembab. Hal ini disebabkan oleh kurangnya uap air di udara yang dapat terkondensasi menjadi butir-butir air sehingga tidak terbentuk awan yang dapat menyebabkan hujan. Itulah penjelasan singkat dari proses terjadinya hujan yang terkadang kita sangka bahwa ketika mendung maka hujan akan turun dan sebaliknya ketika terik hujan tidak turun. Semoga dengan penjelasan tersebut tidak ada lagi salah pemahaman terhadap proses terjadinya hujan.