iPhone 8 Kurang Laku, Inilah Penyebabnya

iPhone 8 adalah salah satu produk Apple yang dirilis pada tahun 2017, atau tepatnya 12 September tahun tersebut. Pada awal kehadirannya, iPhone 8 sendiri kurang peminat atau kurang laku dipasaran. Dimana pada awal kehadirannya, pengguna lebih cenderung memilih untuk bertahan dengan iPhone 7 sambil menantikan produk smartphone Apple berikutnya.

iPhone 8Hal ini memang begitu mengejutkan, karena memang fakta sebelumnya adalah bahwa produk dari Apple yakni iPhone memang selalu banjir peminat. Hal ini juga menarik, karena memang apakah membeli iPhone 8 di tahun 2020 ini masih menjadi hal yang direkomendasikan atau tidak sama sekali.

Lalu, mengapa iPhone 8 sepi peminat? Berikut adalah beberapa fakta yang kami rangkum :

Perbedaan yang Tak Terlalu Berarti

Pada awal kehadirannya, iPhone 8 dirilis sebagai adik atau penerus dari iPhone 7 yang memang menarik banyak pihak untuk membelinya. Namun, ternyata iPhone 8 tak begitu dilirik kala itu karena memang antara iPhone 8 dan 7 ternyata tak terdapat perbedaan yang berarti. iPhone 8 hanya unggul dari sektor desain saja, dimana kaca pelindung yang digunakan kala itu diklaim sebagai yang paling awet dibandingkan iPhone 7.

Namun, keduanya sama-sama dibuat dari bahan alumunium level aerospace yang berbalut dengan kaca. Dimana proses yang dilakukan untuk warnanya melalui tujuh lapisan. Akan tetapi,variasi warna iPhone 7 ternyata justru lebih menarik ketimbang sang penerus.

Tidak Punya Colokan Audio

iPhone masih mempertahankan desain yang telah dipasangkan pada iPhone 7 yakni smartphone tanpa adanya colokan audio jack. Hal ini memang dikeluhkan banyak pihak pada iPhone 7, namun pada iPhone 8 ternyata hal ini juga masih berlaku. Hal ini pun pastinya membuat banyak pihak kecewa. Meski memang speaer stereo iPhone 7 disebut lebih baik 25 persen dibandingkan iPhone 7, konsumen masih berpihak pada iPhone 7 yang sudah mereka beli dan tak ingin membeli yang baru.

Spesifikasi Kamera yang Hampir Sama

Pada sektor kamera, iPhone 7 dan iPhone 8 ternyata sama-sama punya kamera ganda beresolusi 12 megapiksel dengan bukaan f/18. iPhone 8 memang lebih unggul karena ada fitur Portrait Lighting untuk menghasilkan hasil jepretan blur yang diklaim setara hasilnya dengan kamera SLR dengan lensa premium.

Biaya Ekstra Pembelian Adaptor

Salah satu yang bisa disebut sebagai keunggulan dari iPhone8 adalah adanya fitur pengisian daya tanpa menggunakan kabel. Dimana prosesnya pun diklaim lebih cepat. Dimana untuk mengisi daya sebanyak 50 persen hanya butuh waktu 30 menit saja.

Namun, hal ini sangat disayangkan karena memang pihak iPhone tak menyertakan dock charger pengisian tanpa kabel. Konsumen harus rela membeli dock charger USB-C 29 watt lagi yang dihargai Rp. 600.000 kala itu. Alhasil, tak semua konsumen setuju jika hal ini disebut sebagai kelebihan iPhone 8.

Selisih Harga tak Sebanding

Pada awal kehadirannya, iPhone 7 dan iPhone 8 hanya selisih Rp. 2 jutaan saja. Namun spesifikasi yang hampir sama membuat para konsumen berfikir hal ini tidak worth it dan mereka pun lebih memilih bertahan dengan iPhone 7 ketimbang harus membeli smartphone baru.

Demikianlah beberapa fakta yang menjadi alasan kenapa iPhone 8 kurang laku pada awal kehadirannya. Namun, apakah membelinya di tahun 2020 ini masih worth it dan berlaku hal yang dijelaskan di atas?

Membeli iPhone 8 di tahun 2020 ini masih bisa disebut sebagai opsi terbaik bagi anda yang menginginkan punya smartphone Apple dengan harga yang lebih miring.  Selain itu, pihak Apple juga masih menyediakan pembaharuan terhadap iOs yang dipergunakan pada perangkat tersebut. Alhasil, anda pun masih bisa menikmati fitur ponsel Apple kelas atas. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.